Klik Thema

Kamis, 03 Januari 2019

MAANYAN

Maanyan merupakan salah satu bangsa pemilik tanah, suku pribumi tertua dan populasi terbesar di pulau Kalimantan. Orang-orang Maanyan adalah penduduk asli yang pertama mendiami wilayah Kalimantan bagian Selatan bermula dari tepian muara sungai Barito. 

Suku Maanyan memiliki bahasa serta kekayaan tradisi, hukum adat, budaya tersendiri yang telah mengalami adaptasi seiring dengan perkembangan zaman dan penyesuaian terhadap keadaan lingkungan di mana mereka tinggal.

Nama “Maanyan” kemungkinan berasal dari kosa kata bahasa Maanyan asli, yaitu “ma” artinya “ke” dan “anyan” artinya “tanah datar berpasir.”  Maanyan berarti “pergi ke tanah datar yang berpasir,” sebagaimana kisah awal mula leluhur Maanyan bermukim di pulau Kalimantan.


Keberadaan permukiman suku Maanyan  di Kalimantan diperkirakan sejak abad Sebelum Masehi. Hal ini didukung oleh bukti-bukti arkeologis dengan ditemukannya situs-situs, beserta fosil-fosil manusia dan artefak batu,  purba, tulang, komponen tubuh manusia, dan cangkang moluska diantaranya yang tertua di situs Gua Batu Babi di Kabupaten Tabalong yang diperkirakan berasal dari abad Sebelum Masehi.


Sejarah mencatat bahwa suku Maanyan sebagai masyarakat agraris, tetapi juga memiliki keahlian bahari dengan pelaut-pelautnya yang tangguh dalam mengarungi luas samudra dan menjalin hubungan perdagangan, sosial dan diplomatik yang erat dengan Madagascar, suatu pulau yang berada di lepas pantai Timur benua Afrika


Suku Merina sebagai etnik terbesar yang ada di Madagascar (65% dari populasi) merupakan keturunan leluhur Maanyan, dilihat dari ciri khas fisik, kesamaan DNA, adat, budaya dan bahasanya. Mereka umumnya menggunakan bahasa Malagasi yang mempunyai banyak kemiripan dan persamaan dengan bahasa Maanyan.  Interaksi, hubungan sosial, perdagangan antara Maanyan dan Madagascar telah terjalin pada abad Sebelum Masehi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulisan Yang Paling Sering Dibaca