Maanyan merupakan salah satu bangsa pemilik tanah, suku pribumi tertua dan populasi terbesar di pulau Kalimantan. Orang-orang Maanyan adalah penduduk asli yang pertama mendiami wilayah Kalimantan bagian Selatan bermula dari tepian muara sungai Barito.
Nama “Maanyan” kemungkinan
berasal dari kosa kata bahasa Maanyan asli,
yaitu “ma” artinya
“ke” dan “anyan” artinya
“tanah datar berpasir.” Maanyan berarti “pergi ke tanah datar
yang berpasir,” sebagaimana kisah awal mula leluhur Maanyan bermukim di
pulau Kalimantan.
Keberadaan permukiman suku Maanyan di
Kalimantan diperkirakan sejak abad Sebelum Masehi. Hal ini didukung oleh
bukti-bukti arkeologis dengan ditemukannya situs-situs, beserta fosil-fosil
manusia dan artefak batu, purba, tulang, komponen tubuh manusia, dan
cangkang moluska diantaranya yang tertua di situs Gua Batu Babi di Kabupaten Tabalong yang
diperkirakan berasal dari abad Sebelum Masehi.
Sejarah mencatat bahwa suku Maanyan sebagai
masyarakat agraris, tetapi juga memiliki keahlian bahari dengan
pelaut-pelautnya yang tangguh dalam mengarungi luas samudra dan menjalin
hubungan perdagangan, sosial dan diplomatik yang erat dengan Madagascar, suatu
pulau yang berada di lepas pantai Timur benua Afrika.
Suku Merina sebagai etnik
terbesar yang ada di Madagascar (65%
dari populasi) merupakan keturunan leluhur Maanyan, dilihat
dari ciri khas fisik, kesamaan DNA, adat, budaya dan bahasanya. Mereka umumnya
menggunakan bahasa Malagasi yang
mempunyai banyak kemiripan dan persamaan dengan bahasa Maanyan. Interaksi,
hubungan sosial, perdagangan antara Maanyan dan Madagascar telah
terjalin pada abad Sebelum Masehi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar