Dalam penulisan
bahasa Maanyan ke dalam bahasa
Indonesia, terdapat penulisan “huruf” yang berbeda tetapi mempunyai bunyi dan makna
yang sama, di antaranya:
1)
w → u atau u → w
Bunyi
“w” menjadi “u”
atau sebaliknya “u” menjadi “w”.
Contoh:
- karewaw → karewau = kerbau
Bentuk penulisan lain dari kata karewaw adalah karewau
- anrau → anraw = hari
Bentuk penulisan lain dari kata anrau adalah anraw
2) m → mm dan u → w
Bunyi “m” menjadi → mm, atau beserta kombinasi huruf lain
u menjadi w
Contoh:
-
amau → ammau;
amaw; ammaw = panjang; tinggi; jangkung; atas
Bentuk penulisan
lain kata amau adalah ammau;
amaw; ammaw
3) Penambahan huruf “d” kombinasi dengan “u” menjadi “w”
Contoh:
-
anrau → andraw = hari
4)
Kata ditambah
dengan huruf “d”
Contoh:
-
anri, bentuk penulisan lainnya → andri = dengan.
-
manre, bentuk penulisan lainnya → mandre = tidur.
-
manrus, bentuk penulisan lainnya →mandrus = mandi.
5) Menggunakan huruf “h” dan tanpa “h” atau sebaliknya
Contoh:
-
sah → sa = -kah
-
sapulu → sapuluh
= sepuluh
6) Huruf “b”
dengan “w”
Contoh:
-
balian → walian =
wadian
-
belum → welum = hidup
7) Penambahan huruf
“w”
Contoh: marauh → marawuh = enak; sedap; nyaman; nikmat
8) Huruf “y” menjadi “i” atau sebaiknya “i” menjadi “y”
Contoh:
-
apuy → apui = api
-
tegei → tegey = pegang
9) Penambahan huruf “y” setelah “i”
Contoh: iuk → iyuk = cium
10) Kombinasi penambahan huruf “d” disertai perubahan huruf “u”
menjadi “o”
Contoh: manrus → mandros
= mandi
11) Huruf “u” menjadi “o”
Contoh:
-
ulun →olon = orang
-
kalelu → kalelo =
kekasih; yang disayangi;
-
lewu → lewo = rumah;
-
wadian bawo →
wadian bawu = wadian laki-laki
Tidak ada komentar:
Posting Komentar