Tumpuk artinya desa atau kampung halaman
tempat permukiman suku Maanyan. Terdiri dari bebeberapa rumah, tempat aktifitas
kehidupan sosial masyarakat dan terdapat balai adat sebagai pusat pelaksanaan kegiatan
adat Maanyan seperti pesta pernikahan. Dalam pangunraun, bahasa sastra Maanyan, tumpuk dikatakan "tumpuk
natat bantai rawi ruak tumpungan." terjemahan harfiahnya: kampung halaman tempat bermukim, berhuma-berladang berdampingan, hidup rukun bersama dalam suatu wilayah desa.
Pada tradisi suku Maanyan terdapat
rumah tinggal sementara berupa pondok (Bahasa Maanyan: punduk) di
tepi ladang yang disebut sebagai batang rawi.
Suku Maanyan sebagai masyarakat
agraris biasanya membuka kawasan ladang tempat bercocok tanam di area yang jauh
dari tumpuk. Kawasan ladang terdiri dari beberapa ladang yang
saling berbatasan milik tetangga satu tumpuk. Kawasan
perladangan perladangan bersama masyarakat Maanyan inilah
yang disebut bantai. Apabila di suatu daerah
wilayah ladang atau pertanian tersebut telah jenuh, mereka akan menanami lahan
dengan tanaman karet atau buah-buahan, kemudian orang-orang Maanyan akan
berpindah secara kelompok ke beberapa daerah baru untuk membangun bantai yang
baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar