Klik Thema

Senin, 07 Januari 2019

TUMPUK, PUNDUK, BATANG RAWI DAN BANTAI

Tumpuk artinya desa atau kampung halaman tempat permukiman suku Maanyan. Terdiri dari bebeberapa rumah, tempat aktifitas kehidupan sosial masyarakat dan terdapat balai adat sebagai pusat pelaksanaan kegiatan adat Maanyan seperti pesta pernikahan. Dalam pangunraun, bahasa sastra Maanyan, tumpuk  dikatakan "tumpuk natat bantai rawi ruak tumpungan." terjemahan harfiahnya: kampung halaman tempat bermukim, berhuma-berladang berdampingan, hidup rukun bersama dalam suatu wilayah desa.   

Pada tradisi suku Maanyan terdapat rumah tinggal sementara berupa pondok (Bahasa Maanyan: pundukdi tepi ladang yang disebut sebagai batang rawi. 

Suku Maanyan sebagai masyarakat agraris biasanya membuka kawasan ladang tempat bercocok tanam di area yang jauh dari tumpuk. Kawasan ladang terdiri dari beberapa ladang yang saling berbatasan milik tetangga satu tumpuk. Kawasan perladangan perladangan bersama masyarakat Maanyan inilah yang disebut bantai.  Apabila di suatu daerah wilayah ladang atau pertanian tersebut telah jenuh, mereka akan menanami lahan dengan tanaman karet atau buah-buahan, kemudian orang-orang Maanyan akan berpindah secara kelompok ke beberapa daerah baru untuk membangun bantai yang baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulisan Yang Paling Sering Dibaca