Klik Thema

Jumat, 11 Januari 2019

PULAKSANAI dan IPULAKSANAI

Dalam  bahasa dan budaya Maanyan terdapat istilah  pulaksanai dan ipulaksanai.

Pulaksanai dalam bahasa Maanyan artinya:
1)    saudara kandung; bersaudara sedarah;
2)    kaum keluarga; sanak saudara; pertalian saudara; famili;  
3)    sanak saudara dari keturunan leluhur yang sama;

Sedangkan ipulaksanai merupakan ungkapan budaya Maanyan untuk menggambarkan hubungan kaum keluarga sedarah atau sanak saudara dari keturunan leluhur yang sama (Lihat Utus). 

Secara harfiah, ipulaksanai artinya “bagian dari usus” atau “bersambungan usus.” Berasal dari dari kata:
1)        “i”         = saling; 
2)        “pulak” = bagian dari; tautan dari;  
3)        “sanai”  =  usus
Maknanya hubungan “darah daging,” baik berasal dari ibu, bapak, nenek, kakek  yang sama atau dari nenek moyang garis keturunan ayah maupun ibu yang sama. Setiap anak adalah bagian dari diri orang tuanya dan setiap keturunan adalah bagian dari nenek moyang mereka.

Dengan demikian, dalam pandangan suku Maanyan, bahwa: 
     1)     setiap anak adalah 'bagian dari tubuh orang tuanya;' 
     2)     setiap kaum keluarga, sanak saudara dan kaumnya adalah bagian-bagian dari
             “satu tubuh dari nenek moyang dan leluhur yang sama.”  

Budaya ipulkasanai ini ditanamkan oleh orangtua kepada keturunannya sejak dini melalui didikan dan pengajaran untuk memperlakukan saudara, orang tua dan sesama seperti dirinya sendiri. Karena mereka adalah 'bagian' dari dirinya sendiri. 

Budaya ipulaksanai yang melekat pada masayarakat Maanyan, membentuk sikap dan karakter orang Maanyan untuk saling: mengasihi, tolong-menolong, perduli, setia dan jujur terhadap saudara, orangtua dan sesamanya.

Klik di sini: "UTUS"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulisan Yang Paling Sering Dibaca